Mengupas keramat candi kethek karanganyar jawa tengah

CANDI KETHEK berada di lereng barat Gunung Lawu. Siapa sangka, candi ini tak jauh dari kawasan Candi Cetho yang terletak di Desa Blumbang, Jenawi, Karanganyar.

Candi Kethek diduga merupakan peninggalan peradaban Hindu, sekitar tahun 1451 M. Konon banyak kejadian mistis terjadi di candi yang bentuknya tak seutuh Candi Cetho ataupun Candi Sukuh yang ternama di Karanganyar.

Candi Kethek adalah sebuah situs bekas bangunan candi dengan empat teras bertingkat yang menghadap ke arah barat. Masing-masing teras itu dihubungkan dengan undakan batu.

Candi Kethek dikelilingi oleh bukit-bukit yang lapang, dengan berbagai macam pepohonan yang tumbuh di sekitarnya.
Pada teras pertama candi terdapat struktur bangunan di sisi timur laut. Teras kedua dan ketiga masing-masing terdapat dua struktur bangunan di sisi utara dan selatan. Sedangkan teras keempat, teras teratas, diperkirakan merupakan tempat berdirinya bangunan induk candi, yang sekarang didirikan sebuah istana kecil dengan kemuncak mahkota berwarna keemasan, dibalut Kain Poleng khas Bali.

Untuk menuju ke Candi Kethek, jalan yang ditempuh tak mudah. Dari Candi Cetho masih harus menempuh jarak kurang lebih empat kilometer, melewati tengah hutan yang sulit dilalui. Agar tidak tersesat, meminta bantuan dari warga sekitar sangat direkomendasikan.

Terkenal Untuk Tempat Lelaku
Candi Kethek sendiri pertama kali ditemukan oleh warga, Sudarno, yang sedang mencari rumput di tengah hutan. Ketika ia menyabit rumput, ia terkejut sebab berulangkali arit yang digunakan menyentuh benda keras. Ketika digali lagi, ternyata benda keras tersebut berwujud batu bersusun sepanjang 1,5 meter.

Sebelum Sudarno menemukan candi tersebut, ada sejumlah warga yang melihat cahaya putih dan hijau yang bersinar di angkasa, kemudian jatuh ke bukit yang menunjukkan tempat ditemukannya candi tersebut.

Dinamakan Candi Kethek, lantaran ketika ditemukan pertama kali di puncak bukit, pernah terdapat arca kera (kethek). Namun dalam perkembangannya, arca tersebut musnah tanpa ada yang mengetahui.

Ada banyak kisah angker di lokasi candi. Penampakan berwujud kera, suara tanpa wajah, kerap ditemui di sekitar candi. Warga yang kebetulan sedang berada di sana, diminta untuk tidak bertindak gegabah agar tak mengalami hal-hal buruk.

Meski candi ini dikenal wingit dan angker, banyak orang yang mendatangi candi ini untuk menunaikan lelaku. Ada banyak pengharapan yang disampaikan. Ada yang ingin meraih ketenteraman hidup, naik pangkat, hingga dilancarkan dalam rezeki. Tempat ini selalu ramai setiap malam Jumat.

rute candi kethek

Candi Kethek letaknya tidak jauh dari Candi Cetho. Candi Kethek tidak bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Oleh sebab itu jalan satu-satunya adalah dengan berjalan kaki. Untuk mencapai Candi Kethek, harus berjalan kurang lebih 300 m melewati jalan setapak dari tanah yang terdapat dihutan belakang Candi Cetho. Jalurnya menuruni sabuah bukit, kemudian menyebrangi sebuah sungai kecil, lalu menaiki sebuah bukit lagi dan dibukit itulah Candi Kethek berada.



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



TARIK PUSAKA DENGAN KHODAM RADEN SRI MAYA PUTIH

Begitu banyak keilmuan tarik pusaka mulai dari keilmuan hikmah dan kejawen serta metode yang menggunakan sarana khodam sebagai media untuk menarik dan mendzohirkan benda pusaka. Salah satunya adalah khodam Raden Sri Maya Putih.
Keilmuan ini saya dapatkan dari seorang guru ahli tarik pusaka di sebuah desa terpencil di daerah Depok – Jawa Barat yang bernama Pak Kurdi. Sudah banyak benda hasil tarikan beliau yang umumnya adalah batu akik dan mustika, pernah suatu waktu tertarik pusaka keris tapi hanya sekali saja saya melihat langsung proses penarikannya selebihnya hanya batu-batu akik dan mustika saja.
Keilmuan ini termasuk kategori mantra ghaib perbantukan khodam, yang artinya benda pusaka yang tertarik adalah hasil dari kerja khodam ilmunya. Keunikan dari ilmu ini adalah jika dibacakan di area yang terdapat benda pusaka khususnya jenis batu akik dan mustika, maka mata dzohir kita akan mampu melihat kelebatan sinar berwarna merah yang jatuh tidak jauh dari posisi kita membacakan mantranya. Sinar merah itu jika diilustrasikan seperti meteor jatuh. Namun jika di lokasi tidak ada benda pusaka maka fenomena kelebatan cahaya itu tidak akan terlihat. Dan uniknya lagi saat kita ingin mengambil benda pusaka tersebut, tanah yang menjadi titik lokasi jatuhnya kelebatan sinar merah itu akan terasa hangat dan berbeda dengan tanah lainnya (yang kosong tidak ada pusaka).
Secara umum cara menggunakan ilmu ini adalah sebagai berikut :
  • Datang ke lokasi yang dicurigai mengandung benda pusaka di malam hari
  • Bacakan mantra sebanyak 2 kali dengan mata tertutup dalam satu tarikan nafas
  • Buka mata dan perhatikan ke sekeliling lokasi apakah ada fenomena kelebatan sinar merah yang terbang dan jatuh.
  • Jika tidak ada maka dipastikan lokasi kosong
  • Jika ada hampiri jatuhnya sinar merah itu lalu tempelkan telapak tangan kanan ke tanah sambil membaca mantra sebanyak 2 kali
  • Rasakan perbedaan suhu permukaan tanah dan pastikan tanah terasa hangat atau bahkan panas
  • Ambil segenggam tanah tersebut (yang terasa hangat atau panas) dan bawalah menjauh dari lokasi itu atau cukup bergeser beberapa langkah saja
  • Letakkan tanah segenggam itu di atas alas bisa berupa kertas, kain, daun, atau jika tidak ada alas bisa di letakkan di atas meja atau yang lainnya asalkan jangan di letakkan di atas tanah
  • Pukul atau gebrak sebanyak 2 kali tanah tadi sambil membaca mantranya lagi
  • Cari benda pusaka di tanah itu secara teliti dan selesai
Untuk menguasai keilmuan ini adalah sebagai berikut :
  1. Talkin keilmuan (wajib)
  2. Berpuasa senin kamis sebanyak 2 senin dan 2 kamis
  3. Setiap sholat fardhu di hari senin dan kamis setelah membaca surat Al Fatihah di salah satu rakaat sholat harus membaca surat Al ‘Ashr sebanyak 2 kali
  4. Setelah selesai sholat fardhu di saat puasa membaca mantra sebanyak hitungan genap sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dengan mata tertutup dalam satu tarikan nafas
  5. Menghadiahkan surat Al Fatihah kepada khodam keilmuan yaitu Raden Sri Maya Putih
  6. Pada saat pertama kali melakukan penarikan pusaka dan berhasil mendapatkan benda pusaka, maka keesokan harinya harus melakukan sedekah umur. Yaitu berinfaq sebanyak 2,5 liter harga beras yang biasa dimakan dikalikan 1/3 umur sekarang. Misal beras yang biasa dimakan adalah Rp, 10.000 / liter dan umur saat ini adalah 30 tahun maka sedekah umur adalah : 2,5 x Rp, 10.000 x (1/3×30) = Rp, 250.000
Bacaan mantranya adalah sebagai berikut :
RADEN SRI MAYA PUTIH
TAPAK JANTUNG BUMI
HULYAN NABI SULAIMAN
YAHUL YA RASULULLAH
Sekian.




====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



Pengijzahanan Ilmu Kejawen Ringin Pitu

Bismillahirohmanirrohim.

Ilmu Ringin Pitu adalah salah satu dari ribuan ilmu kejawen yang tergelar dimuka bumi Allah . Ilmu ini berasal dari seorang sepuh yang sekarang sudah almarhum ( semoga Allah merahmati beliau ) .

Ilmu ringin pitu merupakan ilmu kekuatan fisik yang mirip dengan bala sewu atau bandung bandawasa , hanya saja tehnik pemakaiannya tidak bisa ditonjolkan secara terbuka karena jika ada unsur kesombongan dalam pemakaiannya , maka ilmu ini sama sekali tidak berfungsi .

Jika dipakai untuk berhadapan dengan orang dhalim, maka orang tersebut akan terlihat kecil dimata kita, Insya Allah .

Berikut penulis uraikan do’a ringin pitu :

Bismillahirohmanirrohim.

Ashadu ala illaha ilallah .
Wa ashadu ana muhammada rosulullah .
Niat ingsun amatek ajiku ringin pitu .
Boloku bolo sewu .
Plek madep marang badanku .
Laillaha ilallah .

Pantangan dari ilmu ringin pitu adalah tidak boleh berjalan melewati bawah pohon beringin , suatu pantangan yang mudah tetapi sulit untuk dijaga .

Wassalam.



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



WIRID WABAL UNTUK MENGHADAPI SEMUA KEADAAN YANG MENDESAK DALAM HIDUP KITA

 

Cak-NunIjazah Budayawan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) dalam acara majelis maiyahan.  Untuk Cak Nun, lahumul fatihah..

Berikut rangkaian wiridnya:

  • Tawassul kirim AL FATIHAH terutama KANJENG NABI MUHAMMAD SAW (bisa ditambahkan kepada siapa Anda kirim alfatihah, misalnya untuk guru kita: Emha Ainun Najib)
  • YA ROHMAN YA ROHIM YA FATTAH YA HALIM YA HADI YA MUBIN, YA ALLAH KABULKANLAH HAJAT KAMI …….. (isi dengan hajat anda dengan menggunakan bahasa yang anda pahami bisa diucapkan dan bisa dibatin saja)  ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN
  • LA HAULA WA LA QUWWATA WA LA SULTHONA ILLALLAH  ( siapkan air minum dan minumlah) lanjutkan dengan:
  • Wirid dimulai baca SURAT AL-FATIHAH 1x , SURAT AL-IKHLAS 1 x, AL-FALAQ 1x dan AN-NAAS 1 x
  • DOA WABAL: BISMILLAHI AUDZUBIKA YA DZAL WABALI, BISMILLAHI AUDZUBIKA YA SYADIDAL ‘IQABI, BISMILLAHI AUDZUBIKA YA DZAL ‘ADLI WAL QHISTI, BISMILLAHI SHODAQTA SHODAQTA SHODAQTA SHODAQTA SHODAQTA YA DZAL WABAL YA DZAL WABAL YA DZAL WABAL.
  • INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN AYYAQULA LAHU KUN FAYAKUN.

Wirid selesai. Bisa dijadikan rutinitas sesuai dengan kebutuhan anda.



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



TRADISI SAPARAN: YAQOWIYU DI KLATEN JAWA TENGAH

 

Jatinom adalah nama suatu kecamatan di Klaten Jateng sekaligus kota pusat pemerintahannya. Jatinom terletak pada jalur utama yang menghubungkan antara Klaten dan Boyolali. Di Jatinom setiap bulan Sapar diadakan “SEBARAN APEM” atau Yaqowiyyu. Tradisi ini dilaksanakan pada hari Jumat di bulan Sapar yang berada di dekat masjid besar Jatinom. Orang Jatinom biasa menjadikan momen ini sebagai ajang bersilahturahmi ke sanak saudara, sehingga dapat dikatakan sebagai belaran orang Jatinom. Pada saat itu, setiap rumah membuat kue apem, yang nantinya disajikan kepada tamu yang datang. Tradisi ini konon bermula dari cerita tentang Ki Ageng Gribig yang ingin memberikan kue apem kepada muridnya, tetapi jumlahnya hanya sedikit sehingga agar adil maka kue apem tersebut dilemparkan ke muridnya untuk dibagi.

Dari Jatinom anda dapat melihat pemandangan Merapi dan Merbabu yang sejajar. Di kecamatan Jatinom terdapat sumber mata air bawah tanah yang dingin dan jernih yang dapat digunakan untuk mandi. Selain itu Anda dapat melihat deretan gua yang letaknya di dekat sungai. Gua di sana tidak ada stalaktitnya. Biasanya gua tersebut ramai dikunjungi pada bulan Sapar.

SEJARAH
Kyai Ageng Gribig ke Mekkah untuk menunaikan Ibadah Haji. Sewaktu berada di Mekkah mendapat apem 3 buah yang masih hangat, kemudian dibawa pulang untuk anak cucunya, ternyata sampai di Jatinom apem tersebut masih hangat. Dengan bersabda “APEM YAQOWIYU” artinya kata yaa qowiyyu itu ialah Tuhan Mohon Kekuatan. Berhubung apem buah tangan itu tidak mencukupi untuk anak cucunya, maka Nyai Ageng Gribig diminta membuatkan lagi agar dapat merata.

Kyai Ageng Gribig juga meminta kepada orang-orang Jatinom; di bulan Sapar, agar merelakan harta bendanya sekedar untuk zakat kepada tamu. Oleh karena orang-orang semua tahu bahwa Nyai Ageng Gribig sedekah apem, maka kini penduduk Jatinom ikut-ikutan sama membawa apem untuk selamatan. Sekarang ini orang-orang Jatinom membawa apem untuk diserahkan ke Panitia Penyebaran Apem, dan sesudah sholat Jumat disebarkan di lapangan.

Menurut kepercayaan warga, apem tersebut sebagai syarat untuk bermacam-macam maksud. Bagi petani dapat untuk sawahnya, agar tanamannya selamat dari hama. Ada yang percaya bahwa apem tersebut akan membawa rezeki, membawa jodoh, dan lain-lain. Bahkan, ada yang percaya siapa yang mendapat banyak apem pada perebutan itu sebagai tanda akan memperoleh rezeki melimpah. Saking percaya hal itu ada yang kaul (nadar) menggelar wayang kulit, atau pertunjukan tradisional yang lain.

Jumat siang, ribuan orang memadati lapangan di dekat Masjid Ageng Jatinom Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten untuk berebut kue apem yang disebar, yaa qowiyyu yang dirayakan pada setiap hari Jumat bakda sholat Jumat pada pertengahan bulan Sapar ini telah ada sejak jaman sejarah Kyai Ageng Gribig.
Maka, tak heran jika pada puncak acara peringatan yaaqowiyuu ini pengunjung melimpah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Acara tradisi budaya tersebut digelar untuk mengenang jasa Ki Ageng Gribig, tokoh ulama penyebar agama Islam di Jawa, yang menetap dan meninggal di Jatinom.

Pada Kamis siang sebelum apem disebar pada hari jumat, apem disusun dalam dua gunungan yaitu gunungan lanang dan gunungan wadon. Gunungan apem ini lalu akan diarak dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Ageng Jatinom yang sebelumnya telah mampir terlebih dahulu ke Masjid Alit Jatinom. Arak-arakan ini diikuti oleh pejabat-pejabat kecamatan, kabupaten, Pemerintah Daerah Kabupaten, Bupati (atau yang mewakili), Disbudparpora (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) dari Klaten. Arak-arakan jalan kaki ini juga dimeriahkan oleh marching band, reog, seni bela diri dan Mas Mbak Klaten yang terpilih.
Setelah kedua gunungan apem sampai di Masjid Ageng Jatinom maka gunungan apem tersebut dimalamkan di dalam Masjid untuk diberi doa-doa. Pada hari Jumat setelah sholat Jumat, apem tersebut disebar oleh Panitia bersama dengan ribuan apem sumbangan dari warga setempat.

Banyak orang berpendapat bahwa apem yang ada di gunungan dan telah dimalamkan di Masjid Ageng itulah apem yang paling “berkhasiat” atau manjur. Menurut banyak warga sebenarnya dari ribuan apem yang disebar apem yang telah dimalamkan di Masjid tersebut adalah apem yang benar-benar punya berkah. Tapi meskipun demikian tidak berarti ribuan apem lain yang disebar tidak membawa berkah, masyarakat percaya bahwa apem-apem yang disebar itu punya berkah. Menurut para sesepuh Jatinom, gunungan apem itu mulai diadakan sejak 1974, bersamaan dengan dipindahnya lokasi sebaran apem dari halaman Masjid Gedhe ke tempat sekarang. Sebelumnya, acara sebaran apem tidak menggunakan gunungan.

Penyusunan gunungan itu juga ada artinya, apem disusun menurun seperti sate 4-2-4-4-3 maksudnya jumlah rakaat dalam shalat Isa, Subuh, Zuhur, Asar, dan Magrib. Di antara susunan itu terdapat kacang panjang, tomat, dan wortel yang melambangkan masyarakat sekitarnya hidup dari pertanian. Di puncak gunungan terdapat mustaka (seperti mustaka masjid) yang di dalamnya berisi ratusan apem.

Ada perbedaan antara gunungan lanang dan wadon. Gunungan wadon lebih pendek dan berbentuk lebih bulat. Gunungan lanang lebih tinggi dan di bawahnya terdapat kepala macan putih dan ular. Kedua hewan itu adalah kelangenan Ki Ageng Gribig. Macan diibaratkan Kiai Kopek yakni macan putih kesayangan Ki Ageng Gribig, sedangkan ular adalah Nyai Kasur milik Ki Ageng Gribig.
Kota Jatinom penuh sesak adanya beribu-ribu orang yang ada disitu meminta berkah kepada Kyai Ageng Gribig yang dimakamkan di Jatinom itu. Tetapi hendaknya kita selalu sadar bahwa: Mintalah sesuatu itu hanya kepada Allah semata.

Perayaan Yaaqowiyuu di Jatinom, Klaten, banyak dikunjungi puluhan ribu wisatawan lokal dan mancanegara. Mereka berkumpul di lapangan dekat Masjid Besar Jatinom, menunggu acara sebar kue apem yang dilakukan setelah selesai salat Jumat. Sekarang ini, sebanyak 5 ton kue apem yang diperebutkan para pengunjung.
Di lokasi ini terdapat juga peninggalan Kyai Ageng Gribig berupa: Gua Belan, Sendang Suran, Sendang Plampeyan dan Oro oro Tarwiyah. Disamping itu masih ada satu peninggalan yaitu Masjid Alit atau Masjid Tiban. Perlu kiranya ditambahkan disini bahwa sepulangnya Kyai Ageng Gribig dari Mekah tidak hanya membawa apem saja tetapi juga membawa segenggam tanah dari Oro-Oro Arofah dan tanah ini ditanamkan di Oro-Oro Tarwiyah.

Adapun Oro-Oro ini disebut Tarwiyah karena tanah dari Mekah yang ditanam Kyai Ageng Gribig yang berasal dari Padang Arofah ketika beliau sedang mengumpulkan air untuk bekal untuk bekal wukuf di Arofah pada tanggal 8 bulan Dzulhijah. Dari tanggal 8 Dzulhijah ini dinamakan Yaumul Tarwiyah yang artinya pada tanggal itu para jamaah Haji mengumpulkan air sebanyak banyaknya untuk bekal wukuf di Arofah.

CATATAN
Apem yaaqowiyuu artinya DOA kepada Tuhan untuk mohon kekuatan itu bisa untuk tumbal, tolak bala, atau syarat untuk berbagai tujuan. Yaqowiyu diambil dari doa Kyai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Assis qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin, yang artinya : Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin, doa tamu itu dihormati dengan hidangan kue roti. Sekarang pada malam Jumat dan menjelang sholat Jumat pada pertengahan bulan Sapar, Doa Kyai Ageng Gribig itu dibacakan dihadapan hadirin, para pengunjung kemudian menyebutkan Majelis Pengajian itu dengan sebutan nama : ONGKOWIYU yang dimaksudkan JONGKO WAHYU atau mencari wahyu. Kemudian oleh anak turunnya istilah ini dikembalikan pada aslinya yaitu YAQOWIYU.
#Sumber Suara Merdeka/Merawati Sunantri.



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



EMPAT ILMU WARISAN LELUHUR BORNEO

Warisan leluhur nusantara alias nenek moyang kita sungguh sangat banyak. Baik berupa warisan pikiran, keyakinan maupun benda-benda. Berikut ini salah satu warisan nenek moyang dari bumi Borneo/Kalimantan.

Tepatnya di Kecamatan Embau Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kecamatan ini dihuni oleh Suku Embau yaitu suatu kelompok masyarakat yang masih keturunan suku Dayak Embaloh, yang saat ini lebih menyatakan diri mereka sebagai Melayu. Suku Embau ini bermukim di sepanjang sungai Embau kabupaten Kapuas Hulu provinsi Kalimantan Barat.

Suku Embau, adalah keturunan dari suku Dayak Embaloh. Walaupun mereka masih berdarah dayak, tetapi mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang Embau, atau Melayu Embau.

Bahasa Embau yang asli diperkirakan telah punah dari peradaban sejak akhir abad ke-19. Bahasa Embau telah punah karena tidak ada lagi penutur bahasa ini. Masyarakat Embau, pada awalnya berbicara sehari-hari mengggunakan bahasa Embau —mirip dengan bahasa Dayak Embaloh. Tetapi karena dominasi bahasa Melayu di daerah ini secara perlahan-lahan bahasa Embau tergeser oleh bahasa Melayu. Pada saat ini suku Embau menggunakan bahasa Melayu, walaupun beberapa kata dalam bahasa Melayu yang mereka gunakan masih terdapat beberapa kata dalam bahasa Embau. Oleh karena itu bahasa yang mereka pakai sekarang disebut sebagai bahasa Melayu Embau.

Punahnya bahasa Embau, maka punah juga budaya asli suku Embau, karena saat ini berbagai acara adat mengikuti segala bentuk budaya Melayu. Bahkan perilaku dan cara berpakaian pun telah mengikuti cara-cara melayu. Termasuk kawin-campur antara orang Embau asli dengan orang-orang Melayu sehingga budaya dan agama Melayu ini pun terserap ke dalam masyarakat Embau. Dan saat ini suku Embau secara mayoritas telah memeluk agama Islam.

Sebagaimana suku-suku di Indonesia, masyarakat Embau juga memiliki Ilmu-ilmu goib yang dipercaya memberikan banyak manfaat untuk hidup sehari-hari. Di antaranya akan kita paparkan di bawah ini:

ILMU SELAMAT

Ilmu ini adalah ilmu warisan leluhur suku Embau, dan bisa jadi dengan ini pula suku Embau diselamatkan Tuhan sehingga selamat dan lolos dalam tragedi “Mandor” yang berdarah pada tahun 1943, di mana tentara Jepang melakukan penangkapan dan pembantaian massal kepada masyarakat suku Embau.

Caranya:
Setiap pagi, genggamlah kedua tangan dan putarlah dengan arah dari bawah ke atas sambil membaca doa mantra. Lakukan sesering mungkin selama beberapa hari. Ketika hendak digunakan maka lakukanlah seperti biasa, sebaiknya lakukan sebelum bepergian.

Insya allah kita akan selamat dari senjata apapun, dari musibah bala bencana atas ijin Allah SWT. Inilah mantranya:

TIK KUNANG URAT JENALLAH
TUNGKAT DAN SYAHADAT
CAHAYA MANIKAM
NURMANI LAHUL ALLAH
AYATULLAH HAS SIFATULLAH.

—–&&&—-

ILMU MALAIKAT EMPAT

Pada masa muda seseorang perlu melengkapi diri dengan belajar ilmu silat dan apabila sudah memiliki ilmu silat maka seseorang perlu juga memiliki ilmu batin silat/ ilmu goib silat. Ilmu ini adalah tambahan agar orang yang belajar silat agar memiliki daya kekuatan supranatural.

Inilah mantra doa ILMU MALAIKAT EMPAT PAKAI BELAJAR SILAT yang dibaca sebelum kita menggerakkan jurus-jurus apa saja:

JIBRIL DI MUKAKU
MIKAIL DI KANANKU
ISRAFIL DI KIRIKU
IZRAIL DI BELAKANGKU
MUNKAR DI ATASKU
NAKIR DI BAWAHKU
ROKIB DI KANANKU
ATID DI KIRIKU
RIDWAN DI MUKAKU
MALIK DI BELAKANGKU
MUKORROBIN DI MUKAKU
BERKAT DOA LA ILAHA ILALLAH
BERKAT MUHAMMADARRASULULLAH

—-&&&—–

ILMU KOBAL— ILMU KEBAL SENJATA

Caranya cukup mudah yaitu selesai sholat lima waktu baca sekali dan tiupkan ke telapak tangan lalu usapkan ke seluruh tubuh. Insya allah tidak lama kemudian anda akan kebal atas ijin Allah SWT. Bila akan digunakan untuk menghadapi musuh cukup baca sekali dan tiup ke tangan lalu usapkan ke tubuh.
Baca dan hapalkan doa ILMU KEBAL ini…

AH BANGUN
JAGAT PUN BANGUN
BANGUN CULA
SALAMULLAH HU BANGUN
BESI KURSANI
URAT SEPERTI KAWAT
TULANG SEPERTI BESI
DARAH SEPERTI TIMAH
KULIT SEPERTI BELULANG
BERKAT DOA LA ILAHA ILALLAH
BERKAT MUHAMMADARRASULULLAH

—–&&&—–

ILMU ANTI KEBAL
Sebelumnya, Mari kita belajar sedikit tentang tubuh kita sendiri yang kita kenal dengan tulang sulbi atau bahasa Inggrisnya Coccyx. Tulang sulbi terletak pada bagian terbawah dari tulang belakang. Oleh sebab itu ia juga dikenali sebagai tulang ekor.Tulang sulbi adalah tulang yang pertama yang diciptakan oleh Allah ketika proses penciptaan Nabi Adam AS.

Pada hari kiamat kelak, semua makhluk akan dimatikan termasuklah malaikat dan ketika itu hanya Allah saja yang Maha Hidup. Sewaktu hari kebangkitan nanti, Allah SWT akan membangunkan semua manusia lagi, mulai dari nabi Adam sampai manusia terakhir yang lahir sebelum kiamat. Hebatnya tulang sulbi ini tak akan hancur di dalam tanah dan termasuk dalam salah satu benda paling keramat yang tidak akan musnah dengan izin Allah.

Tulang sulbi banyak disebutkan dalam hadis. Antaranya, Dari Abu Hurairah Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya semua bagian tubuh manusia akan rusak, kecuali tulang sulbi, dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir” (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Membahas Tulang sulbi ini juga menarik. Ada ilmu-ilmu, misalnya inti besi kursani atau ilmu anti kebal menggunakan media tulang sulbi. Berikut ini akan kita paparkan tentang ILMU ANTI KEBAL.

Caranya:
Letakkan jari telunjuk ke ujung tulang ekor /tulang sulbi. Selanjutnya baca: BABUL JANAB 3 x dan angkat jari telunjuk dan oleskan ujung jari telunjuk ke ujung pedang atau ujung peluru, atau ujug tombak. Senjata siap digunakan untuk melumpuhkan pemilik ilmu kebal.

Mudah bukan?

Keempat ilmu diatas silahkan diamalkan bagi yang berminat. Bila tidak berminat silahkan dijadikan tambahan pengetahuan saja. Terima kasih. SALAM BHINNEKA TUNGGAL IKA…



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



ILMU TARIK PUSAKA NUR KENCANA

Ilmu ini sbnrnya khusus utk mengambil emas dari alam ghaib namun bs jg utk menarik pusaka berkelas/ampuh. Bahkan apabila di istiqamahkan sbg dzikir maka insyaalloh bnyk pusaka yg dtng utk ikut si pengamal ilmu ini.

Syarat utama adalah puasa 3hari tanpa makan makanan yg bernyawa. Selama puasa doa ini di baca tiap ba’da shalat fardlu, Soal bnyknya terserah yg penting sepantasnya. Puasa di awali pada hari selasa dan mlm jum’at silahkan coba di tempat yg ada pusaka atau emas dll.

CARA RITUAL

Duduk bersila menghadap kiblat. Bunga 7rupa di taruh di baskom dg air,di taruh dpn anda sambil bakar dupa selama ritual. Jagalah jarak maks 25m dari orang lain dari tmpt ritual anda tsb. Kelebihan ilmu ini antara lain menarik benda gaib tanpa sepengetahuan si gaib penjaga dan jarak penarikan bs sampai maks 25m dari tmpt benda gaib tsb.

Baca tawassul kepada ;

  • Nabi muhammad saw wa ahlul baytihi.
  • Syekh abdul qadir al-jaelany.
  • Syekh ahmadal badawi.
  • Syekh abdul wahab asy-sya’roni.
  • Syaikhunal arifu billah kh.Ahmad na’im (prabu airlangga).
  • Syekh ahmadul ghozali.
  • Sunan giri
  • Kedua orang tua kita.
  • Man ajazani.

Bismillahirrohmanirrohim. Assalamu ‘alaikum yaa nur kencono. Aku dhuwe dulur lanang ono kulon soponen aku. Aku dhuwe dulur lanang ono wetan soponen aku. Aku dhuwe dulur lanang ono lor soponen aku. Aku dhuwe dulur lanang ono kidul soponen aku. Iyo aku wis oleh idzine bopo biyung mu. Saktemene aku kepingin sukmane barang………. “SHALALLAHU ‘ALAA MUHAMMAD” (baca terus-menerus hingga muncul tanda/sinar di depan anda.

Jk sudah muncul tanda tsb maka bacalah doa selanjutnya ini ;

Bismillahirrohmanirrohim. Ciptane alloh katur maring alloh. Ginunjung derajade alloh. Tuan tulung pangeran tulung. Tinulungan saking gusti alloh. Yaa rosulullah gunungku adam,sukmoku rosul,nyowoku malaekat. Gunung adam saktemene aku njaluk wujude barang……… “YA HU ALLOH” (baca terus-menerus hingga jd wujud barang).

Perhatian !!!

Apabila sudah wujud benda nyata maka segeralah siram benda tsb dg air bunga 7rupa td agar tdk panas,lebih2 jk emas bs jd lumer terbakar. Apabila jarak dekat sudah berhasil maka cobalah menarik benda gaib dg jarak jauh/dari rumah kita dg alat segenggam tanah yg ada benda gaibnya.



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



TRADISI REBO WEKASAN

Tradisi perlu dihargai dan dihormati. Ia merupakan bagian dari Budaya dari masyarakat setempat yang menandai sebuah momentum tertentu. Tradisi biasanya menjadi pengingat bahwa manusia ini harus bersikap reflektif, merenungkan kejadian-kejadian yang telah dilakukan agar ada upaya perbaikan. Budaya akan menjadikan manusia lebih manusiawi dengan kepadatan eksistensinya. Budaya beda dengan agama. Namun keduanya memiliki titik singgung. Kalau budaya itu aras nya ke hubungan vertical, hubungan sesama manusia, namun Agama arasnya lebih ke horizontal, hubungan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Salah satu budaya dan tradisi yang sangat popular di kalangan Nahdliyyin (NU) adalah tradisi Rabu Wekasan. Kalangan NU meyakini kalau Rabu Wekasan adalah Rabu terakhir pada bulan Safar yang mana di hari itu terjadi ribuan bencana di dunia ini.

Wekasan, pungkasan, atau panungtung dalam Bahasa Sunda artinya terakhir. Yakni, peristiwa dihancurkannya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Rabu Wekasan erat kaitannya dengan beberapa peristiwa atau sejarah umat terdahulu yang bisa terjadi pada umat saat ini. Boleh dikata Rabu Wekasan merupakan hari “sial atau naas” yang merupakan penamaan yang salah satunya merujuk kepada Q.S. Fushilat: 15-16, dan Q.S. Alqamar: 19.

Sebagian ulama yang arif ahli mukasyafah menyatakan pada Rabu terakhir bulan Safar diturunkan sekitar 320.000 bencana. Hari itu merupakan hari yang paling sulit dibandingkan hari-hari lain di tahun itu sehingga kita melaksanakan amalan terutama sedekah untuk menolak bencana. Sedekah bisa berbagai berbentuk misalnya kenduri, dan lain sebagainya.

Amalan-amalan yang dilakukan saat Rabu Wekasan, di antaranya membanyak berdoa, salawat, dan salat sunah. Juga dianjurkan membaca Alquran khususnya Q.S. Yasin atau surat-surat lainnya agar terhindari dari bencana.

Seorang `ulama besar, Imam Abdul Hamiid Quds, mufti dan imam Masjidil Haram Makkah pada awal abad 20 dalam bukunya “Kanzun Najah was-Suraar fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhaar” menjelaskan bahwa banyak Auliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Hari ini dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun. Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yakni “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari ini.

Untuk melindungi dari kutukan yang jatuh ke bumi pada hari tersebut tepatnya Rabu terakhir di bulan Safar kita dianjurkan untuk melakukan Sholat 4 rakaat (Nawafil, sunnah).

Caranya sbb:
Setiap rakaat setelah al-Fatihah
dibaca surat al-Kawtsar 17 kali lalu
surat al-Ikhlash 5 kali,
surat al-Falaq dan
surat an-Naas masing-masing sekali.

Setelah salat dianjurkan untuk memanjatkan doa memohon perlindungan dari segala kutukan dan bencana yang jatuh ke bumi pada hari tersebut. Doanya adalah sebagai berikut:

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM, ALLAAHUMMA YA SYADIDAL QUWA, WA YA SYADIDAL MIHAL, YA AZIIZ, YA MAN ZALLAT LI IZZATIKA JAMII’A KHALIQIKA, IKFINI MIN SYARRI JAMII’I KHALIQIKA, YA MUHISINU, YA MUJMILU, YA MUTAFADH-DHILU, YA MUN’IMU, YA MUKRIMU, YA MAN LA ILAHA ILLA ANTA ARHAMNI BI RAHMATIKA YA ARHAMA AR-RAHIMIIN, ALLAHUMA BI SIRRIL HASANI WA AKHIIHI, WA JADDIHI WA ABIIHI, WA UMMIHI WA BANIIHI, IKFINI SYARRA HAAZAL YAWMI WA MA YANZILU FIIH, YA KAAFI AL-MUHIMMAAT, YA DAAFI AL-BALIYYAT, FASA YAKFIIKA HUMULLAAHU WA HUWA SAMII’UL ALIIM, WA HASBUNA ALLAH WA NI’MAL WAKIIL WA LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLA HIL ALI’YYIL AZHIIM. WA SHALLALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAM. AMIIN.

Demikian semoga membawa secuil manfaat. Salam paseduluran



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)



AJI WEWE PUTIH

celetukan segar
[email protected]

Aji Wewe Putih, merupakan ajian kategori Aji Panglimunan
(menghilang/menyamarkan diri). Aji Wewe Putih ini terdiri dari
beberapa varian lafal yang berbeda. Jumlah puasa yang harus dijalankan
juga tak sama, meskipun menggunakan puasa ngebleng. Di samping itu,
laku pengiring yang dilakukan pun berbeda. Ada yang memakai kain kafan
(atau asal putih), mandi kembang, sholat hajat, dan lain sebagainya.
Di bawah ini ada tiga contoh variannya :

1. “Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ingsun amatak ajiku si wewe putih.
Wewe putih gendhongen aku. Kudungana mega mendhung cat tan katon. Wong
sewu padha lamur. Pitos tan ana weruh. Sangka kersaning Allah.”

2. “Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ingsun matek ajiku wewe putih.
Nganggo kemul mega putih. Kang maya-maya tan kena sinawang ing mata,
tan katon saking kersaning Allah.”

3. “Sallalahu alaihi wasalam. Ingsun nggugah sedulur ingsun si wewe
putih, kang kinemulan mega putih, sinawang maya-maya datan katon. Bis
teguh, ning luput, jubah cupet 3x, cupet saking kersaning Allah,
turuk’e nini buntet, peline si kaki cupet, cupet, cupet ,cupet, saking
kersaning Allah.”

Dilihat dari pilihan kata, varian 1 dan 3, diduga berasal dari
Jawa-Tengahan. Sedangkan varian kedua, dimungkinkan asli dari
Jawa-Timuran. Dalam segi pemakaian, nampaknya varian 1 yang paling
populer.

Seperti ajian lain yang beraroma Agama Islam, ada yang menggunakan
Paham Basmalah (maksudnya diawali dengan Basmalah), ada yang memakai
Paham Sholawat (maksudnya diawali dengan Sholawat). Demikian juga
halnya dengan Aji Wewe Putih ini.

Selain itu, beberapa ajian yang dianggap bisa disalah-gunakan,
biasanya ada penangkalnya, begitu juga dengan Aji Wewe Putih ini.
Penangkal dari aji ini, salah satunya disebut Amalan Siluman Putih.
Amalan ini mampu membuat penggunanya dapat melihat orang yang memakai
Aji Wewe Putih. Meskipun amalan ini pula sebenarnya termasuk kategori
Aji Panglimunan



====================================
CATATAN REDAKSI:

Siapapun boleh mengirim artikel ke dalam blog Kampus Orang samar ini.
kirimkan artikel anda via http://orangsamar.com/kirim-artikel
(otomatis masuk postingan blog ini)

untuk promosi Gemblengan / BAKTI SOSIAL / dll silakan kirim ke [email protected]
HARAP HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Salam rahayu.
TTD
Eyang Samar Atas Angin
(Pendiri KOS)